Sabtu, 02 Maret 2013

Untuk relawan PMI: UNTUK RELAWAN PALANG MERAH INDONESIA ( PMI )

Untuk relawan PMI: UNTUK RELAWAN PALANG MERAH INDONESIA ( PMI ): Indonesia Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia merupakan suatu gerakan yang memiliki tugas yang sangat ...

Tentang Pengalamanku

 Keikhlasan:

 Sebenernya kita bisa melakukan apapun dengan lebih baik jika kita kembalikan niat kita pada keihlasan,karena keihlasan merupakan kunci dari perubahan.Melakukan sesuatu hal yang baik dengan niat maka…”Satu tetes keihlasan akan mengukir senyum kebahagiaan”
Mungkin kita bertanya kenapa pakai kata mengukir bukannya membuat atau mencetak,karena mengukir tidaklah mudah di perlukan ketelatenan serta keseriusan dan hasilnyapun akan bertahan lama.

Begitu pula dengan keihlasan tidak kita pungkiri bahwa berbuat ikhlas memang sulit tetapi ketika kita bisa melakukannya dan bisa mengukir senyum di bibir orang lain maka kita juga mengharapkan efek ini atau senyuman ini juga bertahan lama.
Ada kalimat bijak mengatakan “sebaik-baik manusia adalah manusia yang selalu membawa manfaat bagi manusia yang lain”

Dari kalimat itu tentunya kita tidak bisa mengukur kesuksesan seseorang dari apa yang di kumpulkannya melainkan kesuksesan seseorang itu di ukur dari apa yang sudah dia distribusikan untuk orang lain.itulah sebabnya kenapa aspek membantu sesama menjadi salah satu misi guna mewujutkan kiat menjadi kaya sejati..



   DI BALIK LAYAR ARYA DALAM TUGAS RELAWAN KEMANUSIAAN

 Menjadi seorang relawan kemanusiaan memang sebuah pilihan,saat terjadi bencana  manusia tentunya memiliki keinginan untuk bisa membantu meringankan penderitaan saudara-saudaranya yang sedang terkena musibah.banyak cara yang bisa kita pilih untuk melakukan hal itu karena memang banyak yang di butuhkan oleh mereka yang terkena musibah bencana…
Sepenggal kalimat diatas hanyalah sekedar   pembuka sebagaimana dalam tulisan ini saya berusaha menceritakan pengalaman ketika berada di daerah rawan bencana serta berada bersama warga yang terkena bencana.
Masih saya ingat ketika mengemban tugas kemanusiaan untuk kesiap siagaan dan tanggap darurat  erupsi merapi 2010 kemarin,selama 7 hari membawa pribadi saya kedalam pengalaman yang cukup membangkitkan naluriku sebagai manusia social,tak banyaklah yang bisa saya lakukan saat itu karena tubuh ini tetap hanyalah manusia biasa dimana didalamnya terdapat keterbatasan.
Namun saya cukup bangga dengan diriku sendiri tatkala mampu berada dalam sebuah kondisi yang begitu mengerikan,meneganggangkan,serta banyak warna seakan-akan muncul dalam keadan yang penuh dengan tangis,ketakutan serta kepanikan.
Saya hanyalah seorang relawan kemanusiaan yang tergabung dalam korp suka rela(K S R )PMI  kab temanggung.saya hanyalah manusia yang berusaha merelakan diri untuk memasuki dunia dimana kebanyakan orang sudah merasa masa bodoh dan tiada mau peduli,saya hanyalah lelaki lajang yang menjalani hari kadang tanpa memiliki tujuan pasti,namun saat itu…saya benar-benar ikhlas mengabdikan segenap jiwaragaku untuk misi kemanusiaanku yang saya emban.
Batas waktu 7 hari terasa begitu pendek saat saya tersadar harus kembali pulang lantaran surat tugas ini habis,di sisi lain rasanya semangat untuk berada di tengah-tengahwarga  pengungsi masih menyala membara seakan membakar diantara pilihan harus pulang dan bertahan.
Masa erupsi sudah reda radius bahaya sudah di hapuskan sehingga radius amanpun sudah kembali normal, masa recoverypun tiba sementara musim hujanpun tiba sehingga ancaman lahar dingin menimpa beberapa tempat yang berada di bantaran sungai.
Akhir desember 2010,aku kembali merelakan diriku untuk kembali berada di pengungsian,desa jumoyo kec salam kab magelang sebagai mana masa erupsi merapi saya di tugaskan disana,namun saat ini saya datang secara pribadi tanpa membawa lambang palang merah Indonesia,tanpa memakai atribut organisasi apapun,namun saya datang atas permintaan ibu lurah jumoyo yang menjadi korlap dapur umum jumoyo untuk korban lahar dingin.
Sore hari tanggal 5 januari2011,begitu masih teringat hujan lebat di iringi angin serta kilatandan juga suara gemuruh petir,dan hal itu memang memberikan nuansa yang mencekam terlebih untuk warga dusun gempol,saat mahrib tiba aliran listrikpun padam sampai akhirnya gemuruh suara material vulkanik beserta aroma belerangpun menyelimuti,menabrak,menerjang,meluluh lantakkan,dan menghancurkan puluhan rumah warga,dan muncullah aliran sungai-sungai baru yang rutenya masuk ke perkampungan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            
Dalam menjalani kegiatan di tengah-tengah pengungsiaan ini,pastilah banyak pengalaman pribadi yang  saya temukan,mendapatkan teman,sahabat,krabat,bahkan keluarga yang tak terasa ternyata sudah 7 bulan saya berada di tengah-tengah mereka.masih seperti  dahulu rasanya berat meninggalkan jumoyo,banyak sekali kenangan,kesan,serta prasaan yang  sampai saat inipun masih belum mampu untuk di katakan,namun saya bersyukur sudah mengenalnya,melalui sedikit waktu bersamanya,melihat senyumnya,tawanya,bahkan pernah ada dalam tangisan dukanya,bahkan s memberi kesempatan untuk menina boboin dia.
Namun sebenernya ada perasaan yang sampai saat ini tidak mampu saya ungkapkan karena saya belum merasa yakin dengan semua ini,kini yang ada hanyalah rasa rindu bila karena saya tidak lagi berada langsung di sampingnya,rasa sayang inipun terasa sudah terpatri di dalam hatiku meski pada hakekatnya saya selalu berusaha untuk ikhlas di dalam melakukan,memberikan,bahkan mengorbankan apa yang selama ini sudah saya berikan untuknya.
Kalimat yang kadang menjadi dasar kenapa saya mnjadi seperti ini harus selalu rela menyimpan perasaan ini sendiri adalah “Kedermawanan tidak hanya berupa harta serta benda namun bisa dengan kebaikan hati yang berdasarkan sebuah keikhlasan”namun siapa sangka saya mengharapkan sebuah balasan namun hal ini adalah hasil dari sebuah kebersamaan yang sudah 7 bulan selalu melewati hari bersama.Tidaklah adil bila saya mengatakan 7 bulan itu pendek,tidaklah salah dalam 7 bulan itu saya mendapatkan banyak pengalaman pribadi yang cukup bermakna karena di dalamnya terdapat sebuah nilai-nilai persahabatan,kasih serta sayang,serta terdapat jalinan kekeluargaan yang rasanya tidaklah mungkin saya hapus dan lupakan.
Berusaha menyadarkan diri ini dengan sebuah ungkapan “Berkorban”dimana artinya adalah memberikan sesuatu untuk orang lain,mengeluarkan sesuatu bukan untuk kepentingan sendiri atau melakukan sesuatu yang hasilnya bukan untuk diri sendiri.
Tapi kenapa pengorbanan itu selalu memberi rasa nikmat???
Kenapa mesti memeras tenaga,fikiran,menguncurkan keringat,mengeluarkan harta,hingga menyumbangkan darah dan nyawa hanya untuk kepentingan orang lain bahkan untuk orang banyak??
Dan kenapa… kita tetap memberi meski dalam kondisi sempit,selalu berusaha menanamkan kebahagiaan untuk orang lain meski kita dalam kondisisulit,berusaha selalu memberikan manfaat pada orang lain meski kita berada dalam keadaan memerlukan??
memberi secara lahir adalah mengeluarkan sesuatu untuk orang lain yang berarti juga mengurangi sesuatu yang kita miliki.
Ya Alloh..apa hikmah di balik semua yang sedang aku rasakan ini,mengapa bayang dirinya selalu mengikutiku dimanapun keberadaanku…
Ya Alloh…lindungilah saudariku ini,saat aku tidak dapat berada di dekatnya untuk membantu kesulitannya,saat aku tidak disisinya untuk mendengar keluh kesahnya,,
Mudahkanlah urusannya ya Alloh,tabahklanlah ia dan berikanlah kekuatan kepadanya.
Ya Alloh…tenangkanlah hati kami,karena hanya engkau yang memberi jalan terbaik bagi kami.
Eratkanlah persaudaraan kami dalam naungan cinta,serta kasih sayangMU ya Alloh.                         
Ya Alloh….
Bila diriku memang baik untuk menjadi sahabatnya maka berikanlah aku kemampuan untuk memahami setiap getaran hati,setiap sudut tatapan mata,setiap desahan nafas.
Berilah hamba petunjuk  saat merasakan kegelisahannya,keresahan,kedukaan  yang terpendam dalam dirinya.
Semoga aku dapat memahami segala aduan segala rasa,curahan kepedihan jiwa meski kami tak bersama
Dengar suara hatiku melantunkan cinta…indah…damaikan diriku rasakan saying
Rengkuh aku dalam pelukmu,ingin takku lepaskan lagi
Kau beri aku senyum indahmu,usapan lembut dan penuh kasih
Aku mimpikan dirimu setiap waktu namun kadang letih mengejar bayanganmu
Ingin aku selalu di sisimu kita bersama merajut harapan..
Ku lantunkan tembang cinta untuk kita resapi bersama,,,
Seandai saja engkau tahu ada rasa sayangku padamu yang tak mungkin aku mengatakan
“aku sayang pada dirimu”
Dengar  suara hatiku melantunkan cinta ….NEORAT …MIMPIKU…                      

UNTUK RELAWAN PALANG MERAH INDONESIA ( PMI )


Indonesia



Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia merupakan suatu gerakan yang memiliki tugas yang sangat luas dan berfariasi khususnya di bidang kemanusiaan. Dalam melakukan tugas kemanusiaan gerakan ini memiliki keunikan yaitu semua kegiatan utamanya dilakukan oleh relawan. Relawan menjadi tulang punggung kegiatan Palang Merah Indonesia, mulai dari yang masih muda dan belum memiliki pengetahuan sampai mereka yang sudah memiliki keahlian khusus dan sangat berpengalaman, pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam tubuh Palang Merah Indonesia tidak terlepas dari mengoptimalisasikan kemampuan dan peran relawan Palang Merah Indonesia. Dalam melaksanakan kegiatan, PMI sangat tergantung kepada tugas PMI itu sendiri terutama di tingkat Kabupaten dimana diperlukan sebanyak mungkin anggota yang tersedia menyumbangkan tenaga dengan sukarela bertindak tanpa pamrih dan dapat ditugaskan setiap saat serta bertanggung jawab yang tergabung dalam Korp Sukarela Palang Merah Indonesia.

Korps Sukarela (KSR PMI) adalah kesatuan di dalam perhimpunan PMI yang merupakan wadah kegiatan atau wadah pengabdian bagi anggota biasa perhimpunan PMI yang menyatakan diri menjadi anggota KSR dan memenuhi syarat menjadi anggota KSR PMI. Sebagai bentuk penyempurnaan pelayanan penanganan bencana dan meringankan penderitaan sesama manusia kedepan, dibutuhkan rekruitmen dan pelatihan KSR dalam rangka pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia bagi Palang Merah Indonesia Kabupaten Temanggung.


Banyak hal yang masih harus kita lakukan untuk menciptakan KSR PMI yang terampil serta handal,yaitu melakukan pendalaman materi,karena tak mampu kita pungkiri untuk menciptakan kemampuan sumber daya manusia kita haruslah berpegang teguh pada protap serta memperdalam ketrampilan menejemen sebagai mana kompleknya materi ke PMI-an. Semangatlah untuk menjadi Korps Suka Rela PMI Kab Temanggung angkatan Sembilan. Kembali kita selalu mengingat akan kisah-kisah kita saat berada di tengah orang-orang yang terkena bencana,korban konflik dan lain-lain,dimana di situ banyak linangan air mata,matinya sendi-sendi khidupan bahkan hak asasi manusia yang terlecehkan.

Kembali kita mengingat bahwa bencana memang tidak pernah kita harapkan namun kita harus tetap waspada serta siaga karena Indonesia merupakan super market dan berada dalam cincin api yang sebagaimana sudah sering kita jelaskan kepada banyak orang. Kembali kita merefresh beberapa materi kepalang merahan bersama-sama karena dalam kehidupan ini banyak hal yang berubah serta banyaknya informasi baru yang selalu menuntut kita untuk selalu up-date



Hormat Kami


Hasyim arya narindra , KSR , TSR , PMR , And You yang selalu ada untuk PMI