Keikhlasan:
Sebenernya
kita bisa melakukan apapun dengan lebih baik jika kita kembalikan niat
kita pada keihlasan,karena keihlasan merupakan kunci dari
perubahan.Melakukan sesuatu hal yang baik dengan niat maka…”Satu tetes
keihlasan akan mengukir senyum kebahagiaan”
Mungkin
kita bertanya kenapa pakai kata mengukir bukannya membuat atau
mencetak,karena mengukir tidaklah mudah di perlukan ketelatenan serta
keseriusan dan hasilnyapun akan bertahan lama.
Begitu
pula dengan keihlasan tidak kita pungkiri bahwa berbuat ikhlas memang
sulit tetapi ketika kita bisa melakukannya dan bisa mengukir senyum di
bibir orang lain maka kita juga mengharapkan efek ini atau senyuman ini
juga bertahan lama.
Ada kalimat bijak mengatakan “sebaik-baik manusia adalah manusia yang selalu membawa manfaat bagi manusia yang lain”
Dari
kalimat itu tentunya kita tidak bisa mengukur kesuksesan seseorang dari
apa yang di kumpulkannya melainkan kesuksesan seseorang itu di ukur
dari apa yang sudah dia distribusikan untuk orang lain.itulah sebabnya
kenapa aspek membantu sesama menjadi salah satu misi guna mewujutkan
kiat menjadi kaya sejati..
DI BALIK LAYAR ARYA DALAM TUGAS RELAWAN KEMANUSIAAN
Menjadi
seorang relawan kemanusiaan memang sebuah pilihan,saat terjadi bencana
manusia tentunya memiliki keinginan untuk bisa membantu meringankan
penderitaan saudara-saudaranya yang sedang terkena musibah.banyak cara
yang bisa kita pilih untuk melakukan hal itu karena memang banyak yang
di butuhkan oleh mereka yang terkena musibah bencana…
Sepenggal
kalimat diatas hanyalah sekedar pembuka sebagaimana dalam tulisan ini
saya berusaha menceritakan pengalaman ketika berada di daerah rawan
bencana serta berada bersama warga yang terkena bencana.
Masih
saya ingat ketika mengemban tugas kemanusiaan untuk kesiap siagaan dan
tanggap darurat erupsi merapi 2010 kemarin,selama 7 hari membawa
pribadi saya kedalam pengalaman yang cukup membangkitkan naluriku
sebagai manusia social,tak banyaklah yang bisa saya lakukan saat itu
karena tubuh ini tetap hanyalah manusia biasa dimana didalamnya terdapat
keterbatasan.
Namun saya cukup bangga dengan diriku sendiri
tatkala mampu berada dalam sebuah kondisi yang begitu
mengerikan,meneganggangkan,serta banyak warna seakan-akan muncul dalam
keadan yang penuh dengan tangis,ketakutan serta kepanikan.
Saya
hanyalah seorang relawan kemanusiaan yang tergabung dalam korp suka
rela(K S R )PMI kab temanggung.saya hanyalah manusia yang berusaha
merelakan diri untuk memasuki dunia dimana kebanyakan orang sudah merasa
masa bodoh dan tiada mau peduli,saya hanyalah lelaki lajang yang
menjalani hari kadang tanpa memiliki tujuan pasti,namun saat itu…saya
benar-benar ikhlas mengabdikan segenap jiwaragaku untuk misi
kemanusiaanku yang saya emban.
Batas waktu 7 hari terasa begitu
pendek saat saya tersadar harus kembali pulang lantaran surat tugas ini
habis,di sisi lain rasanya semangat untuk berada di tengah-tengahwarga
pengungsi masih menyala membara seakan membakar diantara pilihan harus
pulang dan bertahan.
Masa erupsi sudah reda radius bahaya sudah di
hapuskan sehingga radius amanpun sudah kembali normal, masa recoverypun
tiba sementara musim hujanpun tiba sehingga ancaman lahar dingin
menimpa beberapa tempat yang berada di bantaran sungai.
Akhir
desember 2010,aku kembali merelakan diriku untuk kembali berada di
pengungsian,desa jumoyo kec salam kab magelang sebagai mana masa erupsi
merapi saya di tugaskan disana,namun saat ini saya datang secara pribadi
tanpa membawa lambang palang merah Indonesia,tanpa memakai atribut
organisasi apapun,namun saya datang atas permintaan ibu lurah jumoyo
yang menjadi korlap dapur umum jumoyo untuk korban lahar dingin.
Sore
hari tanggal 5 januari2011,begitu masih teringat hujan lebat di iringi
angin serta kilatandan juga suara gemuruh petir,dan hal itu memang
memberikan nuansa yang mencekam terlebih untuk warga dusun gempol,saat
mahrib tiba aliran listrikpun padam sampai akhirnya gemuruh suara
material vulkanik beserta aroma belerangpun
menyelimuti,menabrak,menerjang,meluluh lantakkan,dan menghancurkan
puluhan rumah warga,dan muncullah aliran sungai-sungai baru yang rutenya
masuk ke perkampungan.
Dalam
menjalani kegiatan di tengah-tengah pengungsiaan ini,pastilah banyak
pengalaman pribadi yang saya temukan,mendapatkan
teman,sahabat,krabat,bahkan keluarga yang tak terasa ternyata sudah 7
bulan saya berada di tengah-tengah mereka.masih seperti dahulu rasanya
berat meninggalkan jumoyo,banyak sekali kenangan,kesan,serta prasaan
yang sampai saat inipun masih belum mampu untuk di katakan,namun saya
bersyukur sudah mengenalnya,melalui sedikit waktu bersamanya,melihat
senyumnya,tawanya,bahkan pernah ada dalam tangisan dukanya,bahkan s
memberi kesempatan untuk menina boboin dia.
Namun sebenernya ada
perasaan yang sampai saat ini tidak mampu saya ungkapkan karena saya
belum merasa yakin dengan semua ini,kini yang ada hanyalah rasa rindu
bila karena saya tidak lagi berada langsung di sampingnya,rasa sayang
inipun terasa sudah terpatri di dalam hatiku meski pada hakekatnya saya
selalu berusaha untuk ikhlas di dalam melakukan,memberikan,bahkan
mengorbankan apa yang selama ini sudah saya berikan untuknya.
Kalimat
yang kadang menjadi dasar kenapa saya mnjadi seperti ini harus selalu
rela menyimpan perasaan ini sendiri adalah “Kedermawanan tidak hanya
berupa harta serta benda namun bisa dengan kebaikan hati yang
berdasarkan sebuah keikhlasan”namun siapa sangka saya mengharapkan
sebuah balasan namun hal ini adalah hasil dari sebuah kebersamaan yang
sudah 7 bulan selalu melewati hari bersama.Tidaklah adil bila saya
mengatakan 7 bulan itu pendek,tidaklah salah dalam 7 bulan itu saya
mendapatkan banyak pengalaman pribadi yang cukup bermakna karena di
dalamnya terdapat sebuah nilai-nilai persahabatan,kasih serta
sayang,serta terdapat jalinan kekeluargaan yang rasanya tidaklah mungkin
saya hapus dan lupakan.
Berusaha menyadarkan diri ini dengan
sebuah ungkapan “Berkorban”dimana artinya adalah memberikan sesuatu
untuk orang lain,mengeluarkan sesuatu bukan untuk kepentingan sendiri
atau melakukan sesuatu yang hasilnya bukan untuk diri sendiri.
Tapi kenapa pengorbanan itu selalu memberi rasa nikmat???
Kenapa
mesti memeras tenaga,fikiran,menguncurkan keringat,mengeluarkan
harta,hingga menyumbangkan darah dan nyawa hanya untuk kepentingan orang
lain bahkan untuk orang banyak??
Dan kenapa… kita tetap memberi
meski dalam kondisi sempit,selalu berusaha menanamkan kebahagiaan untuk
orang lain meski kita dalam kondisisulit,berusaha selalu memberikan
manfaat pada orang lain meski kita berada dalam keadaan memerlukan??
memberi secara lahir adalah mengeluarkan sesuatu untuk orang lain yang berarti juga mengurangi sesuatu yang kita miliki.
Ya
Alloh..apa hikmah di balik semua yang sedang aku rasakan ini,mengapa
bayang dirinya selalu mengikutiku dimanapun keberadaanku…
Ya
Alloh…lindungilah saudariku ini,saat aku tidak dapat berada di dekatnya
untuk membantu kesulitannya,saat aku tidak disisinya untuk mendengar
keluh kesahnya,,
Mudahkanlah urusannya ya Alloh,tabahklanlah ia dan berikanlah kekuatan kepadanya.
Ya Alloh…tenangkanlah hati kami,karena hanya engkau yang memberi jalan terbaik bagi kami.
Eratkanlah persaudaraan kami dalam naungan cinta,serta kasih sayangMU ya Alloh.
Ya Alloh….
Bila
diriku memang baik untuk menjadi sahabatnya maka berikanlah aku
kemampuan untuk memahami setiap getaran hati,setiap sudut tatapan
mata,setiap desahan nafas.
Berilah hamba petunjuk saat merasakan kegelisahannya,keresahan,kedukaan yang terpendam dalam dirinya.
Semoga aku dapat memahami segala aduan segala rasa,curahan kepedihan jiwa meski kami tak bersama
Dengar suara hatiku melantunkan cinta…indah…damaikan diriku rasakan saying
Rengkuh aku dalam pelukmu,ingin takku lepaskan lagi
Kau beri aku senyum indahmu,usapan lembut dan penuh kasih
Aku mimpikan dirimu setiap waktu namun kadang letih mengejar bayanganmu
Ingin aku selalu di sisimu kita bersama merajut harapan..
Ku lantunkan tembang cinta untuk kita resapi bersama,,,
Seandai saja engkau tahu ada rasa sayangku padamu yang tak mungkin aku mengatakan
“aku sayang pada dirimu”
Dengar suara hatiku melantunkan cinta ….NEORAT …MIMPIKU…